Tahun Baru yang Biasa Saja

Mungkin banyak diantara kita yang merayakan tahun baru dengan cara bakar-bakaran hingga pukul 00.00 WIB. Atau ada juga yang memilih berkumpul dan melihat kembang api di pusat kota.

tahun baru yang biasa saja
linamuryani.com

Namun lain dengan saya dan keluarga, berhubung mendung sejak sore maka motor pun diputuskan masuk kandang lebih cepat. Sejak magrib hanya berada di rumah dan lihat hape. Memperhatikan kabar yang ada di luar sana melalui layar 6 inch dan tetap kekeh nampaknya malam ini kita cukup di rumah saja. 

Selama itu pula, kami bertiga hanya scrol ke atas dan ke bawah. Melihat status yang ada di sosmed mulai dari instagram, facebook hingga whatsapp.

Melihat dan memperhatikan apa saja yang mereka siapkan. Dari beberapa yang saya amati selain menampakkan kembang api dan pangganngan ada juga yang memilih keliling kota.

Padahal, Jogja malam itu diguyur hujan. Langit cukup gelap tanpa ada bintang membuat siapa saja yang kebetulan terlalu takut memilih berada di dalam rumah.

Namun jiwa kepo itu senantiasa meronta-ronta. Ingin tahu apa saja yang terjadi dan kalau bisa ikut berada di dalamnya.

Baca juga: Survey Studi Tiru Bank Sampah Ngoro-oro

Jam 20.00 Pun Kelar

Sejatinya emaknya Perel telah menyiapkan acara tahun baru sejak pagi buta. Meski tahu suaminya kurang enak pun dipaksa untuk mengantarkan belanja kebutuhan tahun baru. 

Mulai dari minuman berupa minuman bersoda, slice sapi, daging ayam, telur, jagung, aneka isian dan masih banyak lagi. Untuk jamur enoki sengaja beli satu hari sebelumnya di dekat Pasar Godean. 

Selain harga yang lebih murah tentu bisa menjadi alasan untuk lebih sering jalan-jalan. Ia, hobi kami bertiga itu hanya jalan-jalan dan sering kali tidak kenal waktu. Mau kapanpun ayo jalan dan soal tujuan dipikir nanti.

Setelah siap semua bahan pun diracik, membuat aneka menu ala all you can eat gitu. Hanya saja kali ini saya sengaja menambahkan nasi, alasannya biar kenyang bukan hanya karena isi daging saja.

Adzan isya yang ditunggu tak kunjung tiba dan ternyata saat ini agar sedikit molor dari waktu biasanya. Dan begitu berkumandang acara makan-makan pun dimulai.

Semua hidangan ala restoran itu begitu cepat habis. Entah karena kami yang cukup cepat menyantap, jumlah yang kurang banyak atau bisa jadi karena nyala api gas yang terlalu besar. Membuat kami bersaing agar daging yang ada tidak gosong dan terbuang sia-sia.   

Benar saja, waktu belum menunjukkan pukul 20.00 WIB acara makan-makan sudah selesai. Setelah semua peralatan dipinggirkan kami pun rehat sejenak.

Baca juga: Ke Tirto Langgeng untuk Makan Mie Instan

Melihat Potensi Keluar Rumah

Tanpa sepengetahuan yang lain saya pun melongok ke pintu depan. Dan ternyata gerbang sudah digembok dan itu artinya kecil kemungkinan bagi kami untuk bisa mengaspal.

Ditambah nampaknya cuaca yang kurang bersahabat membuat berada didalam rumah adalah pilihan terbaik. Sesekali pintu pun dibuka manakala ada tetangga sebelah menyalakan kembang api dan setelah itu kembali ke dalam kamar.

Waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB dan cuaca masih saja mendung. Kondisi badan yang aslinya sejak 3 hari terakhir kurang fit membuat saya memilih masuk kamar dan menarik selimut.

Berharap tidur dan berganti tahun. Harapannya tentu saja tahun yang akan datang menjadi tahun yang lebih baik.

Namun sayangnya agenda tidur cepat pun urung dilaksanakan karena si bocil yang tidak bisa diam. Ada saja agenda yang ada membuat kami yang tua hanya menahan diri, mencoba lebih sabar dan sabar.

Tak terasa sudah tidur sesaat dan terbangun pada pukul 23.30 WIB dan ada saja keinginan untuk berada di depan rumah. Selain menyiapkan minuman yang segar-segar agenda bebakaran pun dimulai kembali.

Sembari menunggu tahun baru dan adanya pesta kembang api dari sebelah. Benar saja, meski kami berada di kampung tapi pesta kembang api begitu mudah ditemukan.

Ada beberapa pihak yang mengadakan pesta kembang api dan kami bisa melihat tanpa harus beranjak dari rumah. Menjadi sebuah keuntungan tentunya dimana kami bisa menikmati tahun baru tanpa harus dempet-dempetan atau hujan-hujanan.

Posting Komentar untuk "Tahun Baru yang Biasa Saja"